MAKALAH
ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANYA
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
IAD,ISBD
Dosen : VISTA FIRDASARI
Disusun
oleh :
MAHDIL HADI
SARTO
SEKOLAH
TINGGI EKONOMI ISLAM (STEI) MINAK SELEBAH LAMPUNG TIMUR TAHUN AJARAN 2012/2016
KATA PENGANTAR
Segala puji hanya milik Alloh SWT pemilik
alam raya ini yang telah memberikan kita nikmat iman dan islam kepada kita
semua sehingga penulis dapat menulis makalah ini dengan sebaik-baiknya
Sholawat dan salam kita sanjung
agungkan kepada Rosul kita Nabi Muhammad
SAW yang telah membawa umatnya dari kegelapan menuju terang benerangnya cahaya.
Dan tak lupa ucapan terimakasih kepada Ibu ..................... selaku dosen yang telah memberikan saya tugas
penulisan makalah yang berjudul Alam Pikiran
Manusia dan Perkembanganya sehingga saya dapat mengetahui lebih dalam
tentang materi ini. Dan didalam makalah ini terdapat beberapa pelajaran penting
yang perlu diketahui oleh saya. Kritik dan Saran bapak saya harapkan untuk kami melangkah lebih baik
karena saya menyadari bahwa kami masih banyak kekurangan dalam menulis makalah
ini.
Girimulyo,5 Desembar 2016
Mahdil Hadi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan Allah
SWT.
Manusia juga merupakan makhluk yang telah dikaruniai dengan berbagai
macam karunia
yang tidak dimiliki oleh yang lain, seperti hewan dan tumbuhan.
Kelebihan manusia itu
terletak pada akal, hati dan jiwa yang dimilikinya. Manusia dikaruniai
akal sebagai alat
untuk berfikir serta menganalisa dan sebagai sumber kreativitas.
Manusia dikarunia hati
agar ia bisa merasa serta bisa membedakan antara yang benar dan yang
salah. Dan manusia
dikaruniai jiwa agar ia bisa tetap melangsungkan kehidupannya dan
mencapai tujuannya.
Dari ketiga unsur inilah manusia mempunya unsur lebih daripada yang
lain.
Berbeda halnya dengan hewan yang merupakan mahluk tidak punya akal yang
dapat
dipergunakan untuk berfikir dan menganalisa, dan sebagai sumber
kreativitas. Hewan tidak
punya hati yang dapat membedakan antara yang hak dan yang benar. Hewan
juga tidak
mempunyai jiwa yang dengannya ia dapat mencapai tujuannya. Hewan hanya
mempunyai
insting yang dengannya dapat membela diri, makan, minum dan memenuhi
kebutuhan
biologisnya. dari sini nampak dengan jelas sekali perbedaan manusia
dengan hewan. Manusia
adalah mahluk yang paling sempurna. Kesempurnaan tidak hanya bentuk
saja melainkan juga
dari susunan jiwa manusia itu sendiri. Keberhasilan dalam kehidupan
tidak hanya ditentukan
oleh IQ melainkan oleh EQ juga, bahkan kecerdasan emosional itulah yang
memegang
peranan. Otak emosional sama terlibatnya dalam pemikiran, seperti
halnya keterlibatan otak
nalar, tulis Dr. Antonio Damasio ahli neurologi pada University of Iowa
College of Medicine.
“Sungguh, intelektualitas tak dapat bekerja dengan sebaik-baiknya tanpa
kecerdasan
emosional” (Zahrudin, 2013).
Pintar saja tidak cukup. Berbagai pengalaman menunjukkan, banyak anak
yang berhasil
di sekolah atau tergolong anak pandai dan juara kelas, ternyata tidak
berhasil dalam
kehidupan. Sebaliknya, ada anak yang tidak terlalu pandai, namun karena
memiliki
kemampuan sosial yang lebih baik, ia lebih berhasil dalam mengarungi
hidup di masyarakat.
Kecerdasan emosional seseorang mampu mengenali serta mengelola
emosinya, ketika
emosi tersebut muncul bahkan meluap-luap, ia juga dapat mengendalikan
serta mengontrol
dirinya sehingga emosi tersebut sesuai dengan porsinya atau tidak
berlebihan dan tidak
sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. SQ (Spiritual Quotient) pun
mempunyai peran yaitu
memfungsikan IQ dan EQ secara efektif, dan ternyata pusat IQ dan EQ
adalah kecerdasan
spiritual (SQ). Sehingga diyakini bahwa SQ yang menentukan kesuksesan dan
keberhasilan
seseorang. SQ atau kecerdasan spiritual yaitu kecerdasan seseorang yang
mampu menjaga
hubungan baik dengan penciptanya serta mempunyai tujuan hidup sesuai
dengan nilai-nilai
agama yang diyakininya. IQ dan EQ dapat berfungsi dengan baik jika
dikendalikan dengan
SQ (Zahrudin). Dari sini dapat dipahami bahwa IQ saja tidak dapat
membawa manusia
sukses di kehidupannya, manusia membutuhkan EQ dan juga SQ untuk
keseimbangan
kehidupannya, dan gabungan keduanya dinamakan ESQ (Emotional Spiritual
Quotient), oleh
karenanya dalam makalah ini kami mengangkat tema Konsep ESQ yang
dibutuhakn manusia
sesuai dengan rukun islam, rukun iman, dan ihsan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut :
1. Apa hakikat dari EQ ?
2. Apa hakikat dari SQ ?
3. Apa hakikat dari konsep ESQ?
4. Bagaimanakah hubungan antara ESQ dengan rukun iman, rukun islam, dan
ihsan?
5. Bagaimana hubungan antara ESQ dengan kesehatan dan gaya kerja?
1.3 TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penulisan makalah
ini adalah
sebagai berikut :
1. Menginformasikan kepada pembaca tentang hakikat dari EQ.
2. Menginformasikan kepada pembaca tentang hakikat dari SQ.
3. Menginformasikan kepada pembaca tentang hakikat dari konsep ESQ.
4. Menginformasikan kepada pembaca tentang hubungan antara ESQ dengan
rukun iman, rukun
islam, dan ihsan.
5. Menginformasikan kepada pembaca tentang hubungan antara ESQ dengan
kesehatan dan
gaya kerja.
Komentar
Posting Komentar